Posts Tagged ‘ porting polish ’

Paket Bore-Up Bajaj Pulsar 180 & 200 DTS-i

Jakarta- Motor sport asal India ini memang punya daya tarik tersendiri bagi penggemarnya. Terutama dari segi tampilan. Makanya, wajar kalau Bajaj Pulsar, baik 180 maupun 200 DTS-i, masih punya kans tinggi untuk jadi pilihan bagi para penyuka motor jenis sport non-Jepang.

Apalagi kini untuk meng-upgrade performa dapur pacunya sudah lumayan banyak pilihan part-part-nya. Termasuk untuk memperbesar kapasitas silindernya alias bore up.

Malah beberapa bengkel ada yang menawarkan paket pembesaran volume silinder plus-plus. Maksudnya selain gedein cc, ada tambahan oprekan lainnya untuk memaksimal performa mesin.

Seperti yang ditawarkan MJ Motor (MJM) di Jl. Sultan Iskandar Muda, Arteri Pondok Indah, Jaksel. “Paket yang kami tawarkan sudah termasuk setting karburator plus porting polish untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal,” terang Said, juragan MJM.

Pembesaran kapasitas mesin Pulsar, baik yang 180 maupun 200 cc ada beberapa pilihan. Mulai yang mengaplikasi piston Pulsar 200 (67 mm) di Pulsar 180, piston Yamaha Scorpio (71 mm) hingga produk aftermarket dengan diemeter mulai 67 – 74,5 mm.

Oh iya, baik Pulsar 180 maupun 200 mengusung langkah piston (stroke) yang sama, yakni 56,4 mm. Keduanya menganut konstruksi ruang bakar oversquare. Namun meski punya stroke sama, kedua motor tentu punya ketebalan liner silinder yang berbeda. “Untuk Pulsar 180, kalau dibore-up pakai piston Pulsar 200 tidak perlu sampai ganti liner. Tapi di atas itu, wajib ganti,” terangnya.

Sementara untuk Pulsar 200, lanjut Said, liner-nya masih mampu dijejali piston berdiameter 71 mm milik Scorpio. “Ketebalan liner-nya masih tersisa 1,5 mm kalau pakai piston ini (Scorpio std),” jelas Said. Kapasitas mesin yang akan didapat yakni 223,2 cc. Setara deh sama Scorpio.

Nah, untuk paket piston Scorpio itu, MJM pasang harga Rp 800 ribu buat Pulsar 200. Sementara untuk Pulsar 180, lantaran boring silinder mesti diganti, harganya lebih mahal Rp 300 ribu (jadi Rp 1,1 juta). “Boring-nya kami pakai punya mobil diesel. Lebih kuat dan tahan kompresi tinggi,” tukas Said.

Sedangkan bila ingin mengaplikasi piston aftermarket, MJM merekomendasikan produk LHK. “Piston LHK ini kontur kepala pistonnya sudah gak perlu dimodifikasi lagi. Tinggal pasang. Paling cuma perlu menyesuaikan pin pistonnya saja. Karena bawaan piston LHK pakai pin piston berdiameter 16 mm,” tambah Said.

Paling sering diaplikasi para Pulsarian (baik Pulsar 180 maupun 200), yakni yang berdiameter 73 mm. Kapasitas yang akan didapat adalah 235,9 cc. “Sebenarnya masih bisa sampai piston 74,5 mm (jadi 245,7 cc). Tapi kebanyakan pada milih yang 73 mm,” ujarnya.

Untuk paket piston LHK tersebut, MJM pasang harga Rp 1,3 juta. “Soalnya harga piston setnya saja sudah Rp 400 ribu sendiri. Semua paket tersebut sudah berikut porting polish dan rejetting karburator plus setting mesin sampai jadi. Pemilik motor terima beres,” ucap Said.

Kalau ingin hasilnya lebih maksi lagi, bisa ditambah ganti karburator pakai PE 28 custom dari Thailand yang sudah direamer jadi 32 mm. “Nyetting pakai karburator ini gampang dan hasilnya bikin tenaga mesin lebih keluar. Harganya Rp 950 ribu,” tutupnya.

Tertarik? (motorplus.otomotifnet.com)
Penulis : DiC | Editor : AZ | Foto : Andhika

Sumber gambar dan artikel : di sini

Upgrade Performa Bajaj Pusar 200 DTS-i

Kebanyakan pemakai Bajaj Pulsar 200 DTS-i, demen melakukan perjalanan jauh alias turing. Sehingga berbagai atribut turing kayak boks bagasi tambahan maupun aksesori penunjang lain lantas diaplikasi ke motor. Tentu langkah itu bikin bobot motor makin bertambah. Sehingga berdampak terhadap kemampuan larinya. Nah, biar akselerasi motor tetap bisa ngacir, langkah yang paling banyak ditempuh para Pulsarmania adalah meng-upgrade performa dapur pacu. Mulai dari sekadar pakai peranti pendongkrak tenaga plug and play (PnP), tune up (TU) hingga bore-up kapasitas silinder. Atau yang mengombinasi pemakaian part PnP dan TU. TU di sini tak melulu harus korek mesin. Bisa juga perbaikan kinerja beberapa sistem atau komponen yang dianggap kurang maksimal. Contoh diterapkan Kiki Goestiawan, juraga Joery Motor (JM) di kawasan Jl. Panjang, Kebon Jeruk, Jakbar pada beberapa Pulsar 200 konsumennya. Part PnP yang ia gunakan hanya berupa penggantian per klep dan per kopling pakai produk buatan Jepang yang di-custom ulang. Selebihnya tetap andalkan komponen standar. Tapi bisa mengerek horse power Pulsar 200 sekitar 2-3 dk dengan knalpot masih standar pabrik. Lo, kok bisa?

Kruk as dicenter ulang lantaran top-nya nongol 0,4 mm (kiri). Liner silinder mesti di-huning karena diameter bawah mengecil (kanan)

Tunggu dulu, ternyata selain kedua part PnP tadi, ada beberapa komponen bawaan motor yang ia perbaiki kinerjanya. Antara lain kruk as. “Kruk asnya mesti dicenter ulang. Karena setelah gue ukur-ukur, titik top-nya terlalu nongol 0,4 mm. Sehingga riskan menimbulkan knocking bila mesin panas. Dibawa jalan 100 km aja, dijamin performa atau lari motor langsung enggak enak,” terang Juki, sapaan akrab Kiki. Tak cuma itu, liner silinder juga mesti di-huning ulang kata pria bertubuh tinggi besar ini. Karena ketika ia ukur menggunakan mikrometer, diameter liner atas dan bawah tidak sama. “Diameternya makin mengecil ke bawah. Ini yang membuat gerak piston jadi agak berat waktu suhu ruang bakarnya tinggi. Sehingga performa mesin otomatis drop,” jelasnya.

Per klep dan per kopling diganti produk Jepang yang sudah di-custom ringan. Untuk pemakaian harian, diameter liner silinder atas sampai bawah oleh Juki dibikin rata. Tapi untuk settingan turing, diameter bawah dibikin sedikit lebih gede dari atas. “Bentuknya jadi kayak cone. Soalnya dari beberapa kali riset, piston Pulsar 200 kalau sudah panas banget, bagian yang memuai paling banyak adalah bawahnya. Kalau boring-nya dibikin cone begitu, meski motor digeber lama pada putaran tinggi, gerak piston tetap lancar dan enteng,” tukas Juki. Lalu, pinggiran kepala piston dipapas 0,4 mm. Lalu kemiringan skuisnya dibikin 12º – 13º. Langkah ini juga bertujuan untuk menghindari mesin mudah knocking waktu panas karena kompresi berubah tinggi. Nah, dari sederet item ubahan tadi, Juki kasih harga Rp 1,7 juta terima beres. “Soalnya mesti belah mesin untuk center kruk as,” bilangnya. Sementara bila ingin full grade sampai porting saluran masuk-buang, papas head (kepala silinder) serta setting girboks untuk mengatasi persneling yang suka miss, JM pasang harga Rp 2,5 juta. Itu dengan janji kenaikkan horse power bisa jadi 22,5 dk (standar Pulsar 200 17,7 dk on engine). “Itu sudah termasuk rejetting karburator,” tutupnya.

Artikel dan gambar diambil dari : motorplus