Tim Garuda Tersungkur di Final Piala AFF

Pertandingan final liga piala AFF leg ke 2 antara Malaysia vs Indonesia telah diselenggarakan hari ini (29/12/2010). Malaysia berhak memboyong piala juara setelah mengalahkan Indonesia dengan akumulasi goal 4-2. Leg 1 = INA 0-3 MAS. Leg 2 = INA 2-1 MAS. Tidak bisa dipungkiri permainan tim Malaysia bagus, Tetapi Tim Garuda telah mati-matian berjuang untuk meraih kemenangan.

Apapun kenyataannya tim Garuda tetap kalah. Saya pribadi dan tentunya ribuan supporter setia yang ada di seluruh pelosok negeri pasti kecewa. Segala harapan yang ditumpukan kepada para pemain seakan hilang tak berbekas. Semangat yang menggebu-gebu untuk mendukung tim Garuda hilang sirna seiring bola lawan yang mencabik gawang Markus.

Ya.. kekalahan.. Semoga dengan kekalahan ini banyak hikmah yang bisa diambil. Banyak pelajaran yang dapat dijadikan pengalaman. Pahit memang, tapi semoga hal ini menjadi tonggak yang kokoh untuk meraih kemenangan di masa yang akan datang. Masih ada kejuaraan-kejuaraan lain yang menunggu.

Tetap semangat Garudaku.. angkat kepalamu, basuh luka dan kotoran di tubuhmu, bentangkan sayapmu lebar-lebar dan kepakkanlah untuk terbang yang tinggi.. Aku bangga padamu, aku selalu mendukungmu..

Keep Sportif and fairplay..

Advertisements

Paket Bore-Up Bajaj Pulsar 180 & 200 DTS-i

Jakarta- Motor sport asal India ini memang punya daya tarik tersendiri bagi penggemarnya. Terutama dari segi tampilan. Makanya, wajar kalau Bajaj Pulsar, baik 180 maupun 200 DTS-i, masih punya kans tinggi untuk jadi pilihan bagi para penyuka motor jenis sport non-Jepang.

Apalagi kini untuk meng-upgrade performa dapur pacunya sudah lumayan banyak pilihan part-part-nya. Termasuk untuk memperbesar kapasitas silindernya alias bore up.

Malah beberapa bengkel ada yang menawarkan paket pembesaran volume silinder plus-plus. Maksudnya selain gedein cc, ada tambahan oprekan lainnya untuk memaksimal performa mesin.

Seperti yang ditawarkan MJ Motor (MJM) di Jl. Sultan Iskandar Muda, Arteri Pondok Indah, Jaksel. “Paket yang kami tawarkan sudah termasuk setting karburator plus porting polish untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal,” terang Said, juragan MJM.

Pembesaran kapasitas mesin Pulsar, baik yang 180 maupun 200 cc ada beberapa pilihan. Mulai yang mengaplikasi piston Pulsar 200 (67 mm) di Pulsar 180, piston Yamaha Scorpio (71 mm) hingga produk aftermarket dengan diemeter mulai 67 – 74,5 mm.

Oh iya, baik Pulsar 180 maupun 200 mengusung langkah piston (stroke) yang sama, yakni 56,4 mm. Keduanya menganut konstruksi ruang bakar oversquare. Namun meski punya stroke sama, kedua motor tentu punya ketebalan liner silinder yang berbeda. “Untuk Pulsar 180, kalau dibore-up pakai piston Pulsar 200 tidak perlu sampai ganti liner. Tapi di atas itu, wajib ganti,” terangnya.

Sementara untuk Pulsar 200, lanjut Said, liner-nya masih mampu dijejali piston berdiameter 71 mm milik Scorpio. “Ketebalan liner-nya masih tersisa 1,5 mm kalau pakai piston ini (Scorpio std),” jelas Said. Kapasitas mesin yang akan didapat yakni 223,2 cc. Setara deh sama Scorpio.

Nah, untuk paket piston Scorpio itu, MJM pasang harga Rp 800 ribu buat Pulsar 200. Sementara untuk Pulsar 180, lantaran boring silinder mesti diganti, harganya lebih mahal Rp 300 ribu (jadi Rp 1,1 juta). “Boring-nya kami pakai punya mobil diesel. Lebih kuat dan tahan kompresi tinggi,” tukas Said.

Sedangkan bila ingin mengaplikasi piston aftermarket, MJM merekomendasikan produk LHK. “Piston LHK ini kontur kepala pistonnya sudah gak perlu dimodifikasi lagi. Tinggal pasang. Paling cuma perlu menyesuaikan pin pistonnya saja. Karena bawaan piston LHK pakai pin piston berdiameter 16 mm,” tambah Said.

Paling sering diaplikasi para Pulsarian (baik Pulsar 180 maupun 200), yakni yang berdiameter 73 mm. Kapasitas yang akan didapat adalah 235,9 cc. “Sebenarnya masih bisa sampai piston 74,5 mm (jadi 245,7 cc). Tapi kebanyakan pada milih yang 73 mm,” ujarnya.

Untuk paket piston LHK tersebut, MJM pasang harga Rp 1,3 juta. “Soalnya harga piston setnya saja sudah Rp 400 ribu sendiri. Semua paket tersebut sudah berikut porting polish dan rejetting karburator plus setting mesin sampai jadi. Pemilik motor terima beres,” ucap Said.

Kalau ingin hasilnya lebih maksi lagi, bisa ditambah ganti karburator pakai PE 28 custom dari Thailand yang sudah direamer jadi 32 mm. “Nyetting pakai karburator ini gampang dan hasilnya bikin tenaga mesin lebih keluar. Harganya Rp 950 ribu,” tutupnya.

Tertarik? (motorplus.otomotifnet.com)
Penulis : DiC | Editor : AZ | Foto : Andhika

Sumber gambar dan artikel : di sini

Woouuww.. Suzuki GW250 Mbrojol..

Iseng-iseng saya browsing, ternyata alam otomotif sedang geger karena launching Suzuki dengan produk barunya GW250 di China, Selasa (14/12/2010). Wow.. designnya selera saya banget bergaya street fighter, lihat headlamp dan shroud tangkinya mirip banget sama B-King tetapi agak mungil dan berkapasitas mesin yang lebih kecil. Motor dengan berat 180 kg ini diusung dengan kapasitas mesin 250 cc, 2 silinder DOHC liquid cooled. Tenaga yang dimuntahkan mampu menyentuh angka hingga 26 dk pada 8.500 rpm, dan torsi sebesar 24 Nm di 7.000 rpm.

Sampai saat ini belum ada kabar burung apakah motor ini akan dibrojolin di Indonesia atau nggak. Seumpama dilauncing di Indonesia, hmmm…. pasti lebih seru ini market motor berkubikasi 250cc. Si penguasa market ini (Kawasaki Ninja 250 ) harus lebih hati-hati dengan ancaman Suzuki ini, apalagi Honda juga akan ngeluarin CBR 250. Meskipun GW250 bergaya street fighter, sedikit banyak akan menggeser eksistensinya selama ini.

Tetapi saya rasa di sisi konsumen juga akan lebih dimanjakan dengan banyak pilihan. Yang pengen bergaya sport silakan pilih Ninja 250 atau CBR 250.  Bagi yang pengen bergaya street fighter dan doyan touring GW250 sangat cocok sebagai pilihan.

*gambar diambil dari berbagai sumber di internet. Mohon keikhlasan untuk di copy-paste 😀

Nih, Problem dan Solusi Bajaj Pulsar

Jakarta – Setiap tunggangan, tentu akan memiliki ‘romantika kehidupannya’ sendiri-sendiri. Karena sudah dipakai beberapa lama, tentu akan ada komponen yang akan aus. Namun, tak saja aus, beberapa bagian pun terkadang dirasakan kurang sempurna ketika sudah digunakan oleh pemiliknya.

Bajaj Pulsar misalnya, tentu perawatan dan perbaikan pasti akan dilakukan, seperti pengguna motor pada umumnya. Beberapa hal tentunya kerap muncul, tetapi tiap mekanik yang menanganinya mesti jeli mencari solusi, agar tunggangan ini tetap bisa digunakan dan berfungsi seperti semula.

“Ada beberapa hal perlu dilakukan, pada Bajaj ini,” terang Juki dari Joery Motor di kawasan Jl. Panjang, Jakbar. Mulai dari hal-hal cukup ringan hingga tergolong berat bisa dilakukan dan dicarikan solusinya.

Seperti pada lampu belakang. Lampu belakang dengan LED ini kerap terlihat ‘ompong’ alias putus tidak menyala. “Ini gara-gara kemasukan air sehingga membasahi komponen di dalamnya,” ujar Juki.

Solusinya, tinggal menutup sekat di bagian belakang saja menggunakan lakban (gbr.1). Tetapi, jika sudah telanjur putus, perlu ganti baru, karena komponen penggantinya merupakan lampu satu set.

Begitu pun lampu depan, reflektornya perlu perhatian ketika sudah menginjak umur di atas 8 bulan. Terutama ketika tunggangan sering digunakan malam hari (gbr.2).

“Reflektornya meleleh, ini pun perlu diganti baru untuk mengatasinya,” tutur lelaki bertubuh gempal itu. Pada mesin ada beberapa bagian juga bisa dibenahi.

“Penonjok pada tensioner rantai noken as sering kendur,” jelas Juki. Dia pun mengatasi dengan mengganti per di dalamnya lantas diganjal lagi menggunakan baut dan mur penyetel.

“Jadi kalau terdengar bunyi kasar karena sudah kendur, bisa disetel lebih kencang (gbr.3) ,” ungkapnya. Ini juga dipakai untuk mengatasi rantai noken as yang mudah kendur.

Lalu masih berhubungan dengan camshaft, yaitu roller rocker arm-nya. “Bearing pada roller rocker arm ini patah pada bagian dalam asnya (gbr.4),” ungkap Juki seraya menunjukkan bagian yang terlihat patah. Untuk itu ia mengatasi dengan mengganti bearing tersebut dengan washer shim.

Pada rumah kopling pun dibenahi agar lebih baik lagi. Bagian tersebut diberi lubang agar pelumas bisa membasahi kopling yang memang sistem wet sump alias terendam oli (gbr.5). “Kampas kopling hangus karena kurang pelumasan,” ujar Indra, sebut saja begitu, salah satu pengguna Bajaj Pulsar 200.

Di bagian penyalur daya ini, ada juga masalah yang kerap terjadi. “Biasanya setelah di atas 8 bulan, ditemukan kasus seperti ini,” ungkap Juki sembari menunjukkan selektor pemindah gigi yang aus (gbr.6). Jika komponen ini rusak atau aus, maka persneling pun tidak bisa dipindahkan. Tentu ini perlu diganti baru.

Rantai pun begitu, “Tidak sampai putus, tetapi sering longgar alias kendur, tak perlu lama-lama dipakai terus-menerus di atas 6 bulan perlu setel lagi roda belakangnya dimundurkan,” ungkap lelaki yang memiliki bengkel untuk komunitas Bajaj Pulsar itu. Mengatasinya ia mengganti rantai dengan produk aftermarket.

Tetapi tak usah gusar, beberapa komponen tadi bisa diatasi masalahnya kok. Terpenting mekaniknya cukup jeli mengatasi masalah-masalah tersebut. “Seperti kruk as yang tidak balans, bisa dibalans ulang, sehingga tidak bergetar lagi,” tutur lelaki yang kerap mengatasi kruk as Bajaj itu. “Ini berlaku untuk segala jenis Bajaj,” jelasnya. (motorplus.otomotifnet.com)

Joery Motor : 0857 10557887

Penulis : DiC | Editor : AZ | Foto : Dolok
Artikel diambil dari : motorplus.otomotif.net

Upgrade Performa Bajaj Pusar 200 DTS-i

Kebanyakan pemakai Bajaj Pulsar 200 DTS-i, demen melakukan perjalanan jauh alias turing. Sehingga berbagai atribut turing kayak boks bagasi tambahan maupun aksesori penunjang lain lantas diaplikasi ke motor. Tentu langkah itu bikin bobot motor makin bertambah. Sehingga berdampak terhadap kemampuan larinya. Nah, biar akselerasi motor tetap bisa ngacir, langkah yang paling banyak ditempuh para Pulsarmania adalah meng-upgrade performa dapur pacu. Mulai dari sekadar pakai peranti pendongkrak tenaga plug and play (PnP), tune up (TU) hingga bore-up kapasitas silinder. Atau yang mengombinasi pemakaian part PnP dan TU. TU di sini tak melulu harus korek mesin. Bisa juga perbaikan kinerja beberapa sistem atau komponen yang dianggap kurang maksimal. Contoh diterapkan Kiki Goestiawan, juraga Joery Motor (JM) di kawasan Jl. Panjang, Kebon Jeruk, Jakbar pada beberapa Pulsar 200 konsumennya. Part PnP yang ia gunakan hanya berupa penggantian per klep dan per kopling pakai produk buatan Jepang yang di-custom ulang. Selebihnya tetap andalkan komponen standar. Tapi bisa mengerek horse power Pulsar 200 sekitar 2-3 dk dengan knalpot masih standar pabrik. Lo, kok bisa?

Kruk as dicenter ulang lantaran top-nya nongol 0,4 mm (kiri). Liner silinder mesti di-huning karena diameter bawah mengecil (kanan)

Tunggu dulu, ternyata selain kedua part PnP tadi, ada beberapa komponen bawaan motor yang ia perbaiki kinerjanya. Antara lain kruk as. “Kruk asnya mesti dicenter ulang. Karena setelah gue ukur-ukur, titik top-nya terlalu nongol 0,4 mm. Sehingga riskan menimbulkan knocking bila mesin panas. Dibawa jalan 100 km aja, dijamin performa atau lari motor langsung enggak enak,” terang Juki, sapaan akrab Kiki. Tak cuma itu, liner silinder juga mesti di-huning ulang kata pria bertubuh tinggi besar ini. Karena ketika ia ukur menggunakan mikrometer, diameter liner atas dan bawah tidak sama. “Diameternya makin mengecil ke bawah. Ini yang membuat gerak piston jadi agak berat waktu suhu ruang bakarnya tinggi. Sehingga performa mesin otomatis drop,” jelasnya.

Per klep dan per kopling diganti produk Jepang yang sudah di-custom ringan. Untuk pemakaian harian, diameter liner silinder atas sampai bawah oleh Juki dibikin rata. Tapi untuk settingan turing, diameter bawah dibikin sedikit lebih gede dari atas. “Bentuknya jadi kayak cone. Soalnya dari beberapa kali riset, piston Pulsar 200 kalau sudah panas banget, bagian yang memuai paling banyak adalah bawahnya. Kalau boring-nya dibikin cone begitu, meski motor digeber lama pada putaran tinggi, gerak piston tetap lancar dan enteng,” tukas Juki. Lalu, pinggiran kepala piston dipapas 0,4 mm. Lalu kemiringan skuisnya dibikin 12º – 13º. Langkah ini juga bertujuan untuk menghindari mesin mudah knocking waktu panas karena kompresi berubah tinggi. Nah, dari sederet item ubahan tadi, Juki kasih harga Rp 1,7 juta terima beres. “Soalnya mesti belah mesin untuk center kruk as,” bilangnya. Sementara bila ingin full grade sampai porting saluran masuk-buang, papas head (kepala silinder) serta setting girboks untuk mengatasi persneling yang suka miss, JM pasang harga Rp 2,5 juta. Itu dengan janji kenaikkan horse power bisa jadi 22,5 dk (standar Pulsar 200 17,7 dk on engine). “Itu sudah termasuk rejetting karburator,” tutupnya.

Artikel dan gambar diambil dari : motorplus

Kapal Tunda

Kapal tunda atau juga disebut Tug Boat adalah kapal yang beroperasi di pelabuhan untuk membantu kapal-kapal besar yang akan merapat atau meninggalkan dermaga. Menurut Wikipedia, Kapal tunda adalah kapal yang dapat digunakan untuk melakukan manuver / pergerakan, utamanya menarik atau mendorong kapal lainnya di pelabuhan, laut lepas atau melalui sungai atau terusan. Kapal tunda digunakan pula untuk menarik tongkang, kapal rusak, dan peralatan lainnya.  Saat beroperasi kapal tunda dibantu oleh seorang pandu yang naik ke kapal yang akan ditunda (kapal besar). Pandu mengarahkan kapal tunda agar menarik atau mendorong kapal besar agar bisa tepat pada posisinya di dermaga.

Bima 306 (sumber gambar dari sini)

Bima VI

Antasena 315. Boat yang digunakan pandu dari dan ke kapal besar

 

Apa arti Unak Unuk?

Assalamualaikum, Salam kenal..
Untuk mengawali sebuah cerita di blog ini, saya iseng-iseng mengulas apa itu yang dimaksud “Unak Unuk”. Unak unuk adalah kata-kata yang biasa digunakan di masyarakat di daerah asal saya (Tulungagung – Jatim), artinya sendiri adalah jalan-jalan yang tidak ada tujuannya. Ada yang menyebut juga dengan “uyar-uyur”. Mungkin kata-kata ini tidak lazim didengar oleh masyarakat jawa, terdengar aneh2 gimana gitu dan juga tidak masuk dalam kamus bahasa jawa he..he..he..
Seperti halnya saat saya kuliah di Solo dulu, saya begitu teringat dengan kata “oglangan” dan “oblok-oblok”. Pertama saya juga nggak ngeh dengan kata-kata itu, ternya oglangan = mati lampu sedangkan oblok-oblok = sejenis sayur.
Ya.. setiap daerah punya kata-kata yang hanya dimengerti oleh masyarakat setempat. Mungkin dengan keanekaragaman bahasa inilah yang membuat Indonesia lebih berwarna.
Ayo.. mungkin temen-temen sekalian punya kata-kata yang lain?