Motor Nyaman.. Box Aman…

Setelah meminang top box E45 beberapa waktu lalu, sebenarnya lebih jarang nganggurnya dari pada dipake. Kondisi jalan yang macet jadi males pake box, selain susah selap selip juga takut baret-baret kena senggol sana sini, maklum kan masih “mambu cino” alias baru 😀 Apalagi pas parkir, jadi ndak enak sama tukang parkir di tempat kerjaan karena motornya saja sudah gede, ditambah box pula jadi menuh-menuhin tempat.

Continue reading

Belajar Bongkar Lampu Rem

Di RPM tertentu atau pas lewat jalan yang gak rata, di buntut Kebo Ireng ada bunyi “orok-orok / kemretek”. Wah harus dicek ini ada yang longgar kayanya. Rencana mau dibongkar lampu belakangnya sekalian nempelin sealer biar air ndak masuk. Karena Lampu Belakang alias Lampu Rem alias Break Lamp alias Tail Light punya pulsar series terkenal jadi aquarium kalo pas ujan-ujanan. Kalo sudah kemasukan air akhirnya ada yang mati sebagian bahkan mati semua lampu lednya. Masukan buat PT Bajaj Auto nih.. masa motor keren lampunya kemasukan air, sepertinya bagian QC harus diperketat lagi lah.

Sebelumnya siapkan peralatan tempur dulu


Untuk bongkar lampu belakang, langkah-langkahnya :
– Buka baut-baut di body belakang.

Lepas 6 baut yang dilingkari

Continue reading

Jadi Pejalan Kaki pun Susah di Negeri Ini

Semakin pesatnya pertumbuhan kendaraan baik roda empat maupun roda dua semakin menyesaki jalan yang pertumbuhannya tidak seberapa. Bisa disaksikan, sekarang pemandangan macet menjadi hal yang biasa terutama di Jakarta, Surabaya dan kota-kota besar yang lainnya. Bukan hanya kendaraan itu sendiri yang dituduh menjadi biang kerok kemacetan, tapi pejalan kaki juga dituding sebagai salah satu penyebab kemacetan, lho kok bisa..?
Ya, pejalan kaki pun tak luput jadi tersangka penyebab macet. Alasannya adalah jika pejalan kaki menyeberang jalan, kendaraan akan berhenti sesaat untuk memberi kesempatan mereka lewat. “Lho, kan berhentinya cuma sebentar to?” Iya cuma sebentar, tapi kalo sering? sama aja lama. Belum lagi pejalan kaki yang menyeberang di tempat-tempat yang ramai padahal di situ sudah ada tanda dilarang menyeberang. Seharusnya menyeberang itu naik ke jembatan penyeberangan biar aman dan gak bikin macet. Mmmmm… masuk akal juga sih.
Tapi menurut saya menyeberang tidak pada tempatnya atau di tempat yang dilarang menyeberang memang salah dan melanggar peraturan. Tapi sebelum kita menyalahkan monggo.. kita lihat dari sisi yang lebih luas, apa yang menjadi penyebab pejalan kaki ini melakukan pelanggaran.
Jika pejalan kaki ini mau menyeberang jalan saja susah, apa sebabnya? Jembatan penyeberangan jumlahya relatif sedikit. harus berjalan jauh dulu untuk mencari jembatan penyeberangan. Kalaupun ada, jembatan penyeberangannya memprihatinkan. Banyak yang atapnya rusak dan bocor. Lantainya sudah bolong-bolong, tiangnya banyak yang keropos. Kondisi ini malah membahayakan pejalan kaki itu sendiri. Jika malam hari tidak ada lampu, sepi, yang rawan tindak kejahatan. Tidak sedikit yang lewat jembatan penyeberangan kena palak sama preman. Yang saya lihat di tivi, di Jakarta banyak “oknum” pengendara sepeda motor dengan “sopan”-nya melenggang bebas di atas jembatan penyeberangan. Kalo ditanya alasannya muternya jauh, lebih efektif lewat sini katanya. Hadeehh.. kalo nabrak orang jalan gek kepiye to yo…? Sama aja kayak preman juga “oknum” pengendara motor seperti ini, yang malak hak keamanan pejalan kaki. Continue reading

Akhirnya… box nangkring di Kebo Ireng..

Keinginan memiliki box sudah lama saya pendam, tapi karena finansial yang pas – pasan baru kali ini diberi kesempatan bisa meminang box, Sampai-sampai saya diolok-olok sama mas Jahe yo ndak mempan, wong duite wae ra enek kok…arep ngopo hehehehe. Awalnya bimbang antara K42 atau E45, karena kapasitas dan harga hampir sama.
Setelah ditimbang-timbang, dipikir, dirasakan (*halah…) akhirnya diputuskan untuk ambil Givi E45 Simply yang warna doff. Pertimbangannya adalah (Bukan pesan sponsor lo ya..):
1. Givi E45 punya kapasitas yang besar yaitu 45 liter, jadi bisa muat banyak barang. Maklum kalo lagi pulang ke ndeso, baliknya pasti dibawain oleh-oleh ini itu yang seabrek hehehehehehe (* Ora sopan, oleh2 kok ngarep)
2. Menurut saya “pantes” kalo dipasang di pulsar. Liat para pulsarian itu kalo pake E45 kok tambah gagah gitu ya motornya.
3. Katanya yang pernah pengalaman punya E45 box-nya ulet, kalo jatuh ndak pecah..
4. Harganya yang bersahabat.
5. Kalo lagi kepepet duit, bisa dijual lagi dengan harga yang tidak relatif jatuh hehehehe semoga nggak kejadian lah…
Continue reading

Dealer Bajaj baru terus bermunculan

Barusan baca artikel di motorplus.otomotifnet.com, tentang penambahan dealer baru di Indonesia oleh BAI. di bawah ini artikelnya :

Bajaj Tambah Terus Jaringan Dealer 3S-nya

Berniat terus meningkatan pelayanan after salesnya, PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) berkomitmen untuk menambah jumlah dealer dengan fasilitasnya Service, Spare part dan Sales.

Baru-baru ini dua dealer di Jatiasih Bekasi dan Kedung Halang, Bogor. “Nantinya dijadwalkan akan menyusul di TB Simatupang dan Cibubur, keduanya di Jakarta,” ungkap Rizal Tandju, Marketing & Public Relation Assisten Manager PT BAI.

Hingga saat ini PT BAI totalnya memiliki 96 jaringan bengkel resmi di seluruh Indonesia. Dan jumlahnya akan terus ditambahkan. Menurup pria ramah ini, kini pengembangan jaringan Bajaj di Indonesia sudah mulai bisa dipercepat.

Penyebabnya, distribusi sepeda motor Bajaj yang makin banyak di Indonesia, membuat banyak investor tertarik untuk bekerja sama membuat jaringan bengkel Bajaj di berbagai lokasi di Indonesia.

“Saat ini membuka dealer Bajaj sudah dianggap bisnis yang menguntungkan. Berbeda dengan awal-awal Bajaj hadir di Indonesia, sangat sulit mencari rekanan bisnis yang mau membuka dealer Bajaj,” kenang pria yang sebelumnya ada di tim dealer development PT BAI ini. (motorplus-online.com)

Penulis : Popo | Teks Editor : Nurfil | Foto : Popo

SupraX 125 = Smash = F1ZR

Supra X – 125 facelift striping baru telah mengaspal di jalan. Kelihatan kinclong dan lebih fresh dengan pilihan 4 macam kombinasi warna. Jika kita lebih teliti akan stripping supra yang baru, kita akan melihat kemiripan bentuk dengan motor-motor pendahulunya dari warung ATPM sebelahnya. Yang mirip adalah “potongan stiker” yang nempel di bagian “ekor”, yang mengesankan aura racing dan lebih sporty (IMHO)

  
Apakah motor yang punya kemiripan “potongan” stripping dengan “Rajanya Bebek” ini ?

Continue reading

Get Directions Google Maps

Barusan diberi tahu sama si mantan pacar, katanya di Mbah Gugel bisa mencari jalur jalan dengan hanya mengisi asalnya dari mana dan tujuannya kemana, nanti Mbah Gugel sendiri yang cari alternatif jalan. Ah masa iya? Kok saya belum pernah tau ya? mangkin canggih saja Mbah Gugel ini.. Biar gak penasaran langsung saya menuju TKP langsung saya coba saja fitur ini..

1. Pertama buka link ini, setelah page terbuka, ada 3 bagian di halamannya yaitu bagian atas (A) yang berisi entrian untuk searching di maps-nya, bagian kiri(B) yang berisi point-point hasil dari pencarian dan bagian kanan(C) adalah peta.
2. Untuk memulai fitur ini, di bagian kiri ada link Get Directions (nomor 1) silakan diklik

3. Setelah terbuka silakan masukkan tempat asalnya di samping lingkaran huruf A berwarna ijo (contoh : nama jalan) (nomor 2) dan masukkan tujuannya di samping lingkaran huruf B berwarna ijo (nomor 3)

4. Klik Get Directions (nomor 4) dan di peta (sebelah kanan) sudah tampil rute yang bisa ditempuh

5. Untuk contoh ini Google menyediakan 3 rute alternatif yang bisa di tempuh, untuk melihat perbedaannya silakan di klik pada bagian Sugested routes (nomor 5)

6. Disini juga diinformasikan di masing route jarak tempuh dan waktu tempuh-nya (Kalo di Indonesia mungkin waktu tempuhnya gak bisa jadi patokan kali ya.. biasaaa.. macetnya kan gak bisa diprediksi sama Mbah Gugel 😀 )

7. Jika ditarik cursor ke bawah lagi ada info arah dari pertama asal anda, belok ke kiri atau ke kanan sampai di tempat tujuan, kalau orang Jawa bilang “Ancer-ancer” Continue reading