Si Gagah Pulsar 200 NS

Di tengah hingar bingar di dunia perdukunan per-bloger-an tentang peluncuran Kawasaki-Bajaj Pulsar 200NS di PRJ beberapa waktu lalu saya hanya bisa “ngeces” membayangkan bagaimana wujud asli dari P200NS itu. Hingga akhirnya pada hari Minggu ini saya ada waktu luang untuk jalan2 ke PRJ (Kebetulan beberapa hari ini saya ada tugas di Jakarta). Horray….
Setelah nyampe di PRJ celingak celinguk cari booth Kawasaki yg memang menjadi tujuan utama saya. Setelah ketemu booth dan masuk, lho mana ini P200NS nya kok ndak ada? yang ada cuma deretan motor dari “Geng Ijo”. Akhirnya saya keluar lagi dari booth dan …….. eng ing enggg…. saya menemukan booth-nya di balik booth Kawasaki yg tadi.
Ternyata booth untuk display P200NS terpisah dengan Geng Ijo, ndak tau kenapa, mungkin sebagai “anak tiri” dia diasingkan dulu hehehe guyon..
Sekian detik saya pandangi motor yang selama ini saya impi2kan.. 😀 dream come true.. (halah lebay) Memang bener2 gagah.. segagah di foto-nya hehehehe. Ada 2 Unit yang dipajang, yang warna Kuning dan Hitam. Jika saya amati meskipun dua-duanya Nggantheng, ternyata lebih manis yang warna kuning (Ini menurut saya lo..). Karena warna kuning kontras dengan warna delta box dan cover accu sehingga terkesan lebih manis.

Bumble bee Continue reading

Advertisements

Hadir di Pulsar Pasti Lelaki Surabaya

Hari sabtu, Tanggal 23 Juni 2012 PROV – Pulsarian Surabaya menghadiri acara Pulsar Pasti Lelaki Tour di Parkir Timur Delta Plaza Surabaya. Kebetulan sebagai salah satu anggotanya saya juga ikut serta dalam acara tersebut.

Sebelum meluncur ke TKP kami sepakat untuk kumpul dulu di daerah Jl. Billiton pukul 13:45. Setelah kumpul sekitar 15 biji ekor “serigala”, kami pun segera merapat ke TKP. Sampai di TKP ternyata kami kelompok pertama yang datang. Komunitas yang turut hadir ada PIS (Pulsar Independent Sidoarjo), GPC (Gresik Pulsar Club), P1CS (Pulsar 135 Community Surabaya), POC (Pulsar Owner Club)Kediri dan Surabaya, Prides, POWER Jakarta, SPORT(Sidoarjo Pulsar Owner Team), WAB (Wolfrider Army Bojonegoro), KOPROL (Komunitas Pulsar Probolinggo), BBM(Biker Bajaj Malang) dan Club – club Pulsar lainnya yang saya tidak tahu namanya. Continue reading

Setting Balancer Pulsar

Sudah 2 kali ganti Kebo Ireng ganti balancer. Ini dikarenakan kinerja mesin yang tidak fit sehingga mengakibatkan balancer menjadi aus dan sudah meruncing ujungnya. Sebenarnya bisa saja balancer-nya terus dipakai tapi lebih baik diganti saja karena khawatir tiba-tiba rontok di jalan.

Settingan balancer sendiri ada beberapa step. Settingan 1 – 4. Semakin tinggi posisi settingan semakin besar gesekannya terhadap mesin. Jika dari pabrik setting-an pada posisi 1(CMIIW). Kemudian kalo pengen lebih  halus lagi ada di posisi 2. Jika dinaikkan pada posisi 3 mesin lebih halus lagi dan suara swing-swing lebih keluar. Tapi tidak dianjurkan untuk setting di posisi 4 karena akan mengakibatkan performa mesin menjadi turun dan balancer rawan rontok karena gesekan dengan mesin akan semakin besar. Jika lama2 dibiarkan akan seperti gambar di bawah ini :

Balancer Kebo Ireng disetting pada posisi 3. Karena pernah pada saat service besar balancer diganti, disetting pada posisi 2,  ternyata setelah mesin dinyalakan suaranya kasar seperti mesin jahit. Akhirnya balancer disetting ulang pada posisi 3. Mesin menjadi lumayan halus dan swing2-nya tambah kenceng.

Komentar dan Pencerahan para suhu permesinan tentang balancer juga bisa dilihat di sini

Jalan Bareng Team Rea Reo

Team Rea Reo, saya sendiri terus terang tidak begitu paham apa maksudnya istilah itu, tapi menurut “Kepala Suku”-nya yang jelas bisa membuat kelompok yang mengutamakan persaudaraan. Kita jalan bareng, gila bareng, ketawa bareng yang akhirnya satu sama lain menjadi lebih akrab dan menjadi team yang solid dan nggak ada ikatan buat yang ikut.
Setelah direncanakan pada beberapa hari sebelumnya ternyata jadi juga jalan-jalan hari Minggu ini. Tujuan utama adalah Pemandian air panas Pacet, agar otak agak lebih dinginlah. Sebenarnya bukan karena ingin berendam tapi kata HR yang penting “Rea Reo” nya. Personel yang sudah OK untuk jalan adalah HR(Gl-Max), HD(Gl-Max), FR(Gl-Pro), CP(Revo Absolute) dan Saya Sendiri(P200). Sebenarnya ada beberapa lagi yang pengen ikut tetapi karena masih ada keperluan akhirnya yang berangkat 5 orang ini.


Continue reading

Substitusi kanvas rem belakang Pulsar 200

Sudah 2 kali ini Kebo Ireng pasang kanvas rem belakang non ori. Alasannya adalah saya merasa rem belakang kurang pakem jika pakai kanvas ori.Setelah banyak referensi yang masuk akhirnya pilihan jatuh pada kanvas rem belakang Honda Vario dengan merk ASPIRA.


Pemasangannya tidak bisa Plug and Plek dikarenakan ujung kanvas tidak bisa masuk ke dalam dudukan tromol. Kepunyaan Vario Lebih lebar dari Pulsar. Caranya adalah diGerindra gerinda ujungnya sampai lebar-nya sama dengan yang ori. Sehingga bisa masuk ke dalam dudukan tromol.

Sebelah kiri adalah kanvas vario

Sebelah kiri adalah kanvas vario

Kanvas Vario setelah digerinda

Setelah diganti, rem belakang terasa lebih empuk dan lebih pakem meskipun tidak sampai ngelock. Memang rem belakang tidak boleh terlalu pakem karena fungsinya hanya membantu kinerja dari rem depan.
Selain kanvas Vario, ada beberapa rekan penyemplak pulsar pakai kanvas rem belakang punya Yamaha RX-King, malahan bisa plug and plek tapi saya sendiri belum pernah mencoba. Lain kali mungkin jika kanvas sudah habis bisa mencobanya.
Monggo rekan-rekan yang punya pulsar 200 dan 180 bisa dicoba tips dari saya semoga bisa membantu mengatasi masalah fast moving spare part ori Pulsar yang kadang-kadang kosong 😀

Gl Ban Gambot

Mendongkrak penampilan motor dengan biaya yang lumayan murah tapi hasilnya sangat signifikan adalah mengganti ban dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran aslinya.

Hal ini dilakukan oleh salah seorang teman saya yang punya GL Max Lansiran tahun 97.Empunya mengganti velg tapak lebar ring 17 dan menyematkan ban dengan ukuran 100/70 – 17 di bagian depan dan 120/80 – 17 di bagian belakang. Alhasil tampilan sangat berubah, jadi semakin kekar kaki-kaki GL ini. Untuk urusan performa pasti lebih memble, wajar.. motor bersilinder 125cc dibebani ban gambot. Sing penting ngganteng coy… Hehehehe Penampakannya silaken dilihat pada gambarnya.

Image

Sebelum (Masih Cungkring)

Image

Sesuda dipasang Ban Gambot

Golongan Manusia

Renungan Jumat..
Manusia digolongkan menjadi 5 kelompok, termasuk golongan yang manakah kita? Apakah kita adalah golongan manusia wajib, sunnah, mubah, makruh atau bahkan haram. Coba kita sedikit jabarkan tentang golongan atau tipe manusia.

from : http://www.inspirasidaily.com/rules-for-being-human/

...

1. Manusia Wajib.
Keberadaannya sangat dinantikan oleh orang di sekitarnya. Keberadaannya sangat memberi manfaat. Sesuatu yang dilakukannya benar-benar dari hati sehingga akan menyentuh hati orang yang menerimanya. Jika orang ini meninggal, orang di sekelilingnya akan merasa sangat kehilangan. Di waktu lahir, bayi manusia wajib ini menangis dan orang sekitarnya gembira, dan kebalikannya waktu meninggal Orang ini tersenyum dan orang di sekitarnya akan menangis sedih.

2. Manusia Sunnah.
Keberadaannya berguna bagi masyarakat di sekitarnya, tapi tidak begitu dinantikan. Sesuatu yang dilakukan bermanfaat bagi orang lain tapi tidak dilakukan dengan hati sehingga orang lain tidak tersentuh hatinya. Jika orang ini meninggal tidak memberikan kesedihan yang mendalam bagi yang ditinggalkan.

3. Manusia Mubah.
Ada atau tidak-nya orang ini sama saja. Tidak memberi manfaat bagi orang lain, tapi juga tidak merugikan. Misalkan di kantor, ada atau tidaknya orang ini tidak ada bedanya, “mubah-mubah” saja.

4. Manusia Makruh.
Keberadaannya malah “ngrusuhi”/”ngrecokin” orang lain. Tidak membantu tetapi malah mengganggu. Kberadaannya di kantor malah manganggu rekan kerja yang lain.

5. Manusia Haram.
Keberadaannya sangat tidak diharapkan oleh orang di sekitarnya. Orang lain akan sangat bergembira jika orang ini meinggal.

Contoh ilustrasi :
Sebagai seorang bapak dan suami jika tidak ada di rumah, anak dan istri begitu gembira. Suasana rumah begitu tenang, anak bermain ceria di dalam rumah. Tapi begitu sang bapak datang, mendengar bunyi klakson saja anak anak sudah bingung, ada yang langsung masuk ke kamarnya, ada yang pergi nonton tivi di tempat temannya. Tipe yang manakah ayah seperti ini?

Monggo kita introspeksi diri kita masing-masing. Coba kita renungkan..
Sebagai karyawan, menjadi karyawan yang mana?
Sebagai seorang boss menjadi boss yang bagaimana?
Sebagai seorang bapak kita menjadi bapak yang bagaimana?
Sebagai seorang tetangga, kita menjadi tetangga yang bagaimana?

Sumber : Tausiah Bapak Khoirul Huda (Acara halal bihalal)