Hadir di Pulsar Pasti Lelaki Surabaya

Hari sabtu, Tanggal 23 Juni 2012 PROV – Pulsarian Surabaya menghadiri acara Pulsar Pasti Lelaki Tour di Parkir Timur Delta Plaza Surabaya. Kebetulan sebagai salah satu anggotanya saya juga ikut serta dalam acara tersebut.

Sebelum meluncur ke TKP kami sepakat untuk kumpul dulu di daerah Jl. Billiton pukul 13:45. Setelah kumpul sekitar 15 biji ekor “serigala”, kami pun segera merapat ke TKP. Sampai di TKP ternyata kami kelompok pertama yang datang. Komunitas yang turut hadir ada PIS (Pulsar Independent Sidoarjo), GPC (Gresik Pulsar Club), P1CS (Pulsar 135 Community Surabaya), POC (Pulsar Owner Club)Kediri dan Surabaya, Prides, POWER Jakarta, SPORT(Sidoarjo Pulsar Owner Team), WAB (Wolfrider Army Bojonegoro), KOPROL (Komunitas Pulsar Probolinggo), BBM(Biker Bajaj Malang) dan Club – club Pulsar lainnya yang saya tidak tahu namanya. Continue reading

Setting Balancer Pulsar

Sudah 2 kali ganti Kebo Ireng ganti balancer. Ini dikarenakan kinerja mesin yang tidak fit sehingga mengakibatkan balancer menjadi aus dan sudah meruncing ujungnya. Sebenarnya bisa saja balancer-nya terus dipakai tapi lebih baik diganti saja karena khawatir tiba-tiba rontok di jalan.

Settingan balancer sendiri ada beberapa step. Settingan 1 – 4. Semakin tinggi posisi settingan semakin besar gesekannya terhadap mesin. Jika dari pabrik setting-an pada posisi 1(CMIIW). Kemudian kalo pengen lebih  halus lagi ada di posisi 2. Jika dinaikkan pada posisi 3 mesin lebih halus lagi dan suara swing-swing lebih keluar. Tapi tidak dianjurkan untuk setting di posisi 4 karena akan mengakibatkan performa mesin menjadi turun dan balancer rawan rontok karena gesekan dengan mesin akan semakin besar. Jika lama2 dibiarkan akan seperti gambar di bawah ini :

Balancer Kebo Ireng disetting pada posisi 3. Karena pernah pada saat service besar balancer diganti, disetting pada posisi 2,  ternyata setelah mesin dinyalakan suaranya kasar seperti mesin jahit. Akhirnya balancer disetting ulang pada posisi 3. Mesin menjadi lumayan halus dan swing2-nya tambah kenceng.

Komentar dan Pencerahan para suhu permesinan tentang balancer juga bisa dilihat di sini

Jalan Bareng Team Rea Reo

Team Rea Reo, saya sendiri terus terang tidak begitu paham apa maksudnya istilah itu, tapi menurut “Kepala Suku”-nya yang jelas bisa membuat kelompok yang mengutamakan persaudaraan. Kita jalan bareng, gila bareng, ketawa bareng yang akhirnya satu sama lain menjadi lebih akrab dan menjadi team yang solid dan nggak ada ikatan buat yang ikut.
Setelah direncanakan pada beberapa hari sebelumnya ternyata jadi juga jalan-jalan hari Minggu ini. Tujuan utama adalah Pemandian air panas Pacet, agar otak agak lebih dinginlah. Sebenarnya bukan karena ingin berendam tapi kata HR yang penting “Rea Reo” nya. Personel yang sudah OK untuk jalan adalah HR(Gl-Max), HD(Gl-Max), FR(Gl-Pro), CP(Revo Absolute) dan Saya Sendiri(P200). Sebenarnya ada beberapa lagi yang pengen ikut tetapi karena masih ada keperluan akhirnya yang berangkat 5 orang ini.


Continue reading

Substitusi kanvas rem belakang Pulsar 200

Sudah 2 kali ini Kebo Ireng pasang kanvas rem belakang non ori. Alasannya adalah saya merasa rem belakang kurang pakem jika pakai kanvas ori.Setelah banyak referensi yang masuk akhirnya pilihan jatuh pada kanvas rem belakang Honda Vario dengan merk ASPIRA.


Pemasangannya tidak bisa Plug and Plek dikarenakan ujung kanvas tidak bisa masuk ke dalam dudukan tromol. Kepunyaan Vario Lebih lebar dari Pulsar. Caranya adalah diGerindra gerinda ujungnya sampai lebar-nya sama dengan yang ori. Sehingga bisa masuk ke dalam dudukan tromol.

Sebelah kiri adalah kanvas vario

Sebelah kiri adalah kanvas vario

Kanvas Vario setelah digerinda

Setelah diganti, rem belakang terasa lebih empuk dan lebih pakem meskipun tidak sampai ngelock. Memang rem belakang tidak boleh terlalu pakem karena fungsinya hanya membantu kinerja dari rem depan.
Selain kanvas Vario, ada beberapa rekan penyemplak pulsar pakai kanvas rem belakang punya Yamaha RX-King, malahan bisa plug and plek tapi saya sendiri belum pernah mencoba. Lain kali mungkin jika kanvas sudah habis bisa mencobanya.
Monggo rekan-rekan yang punya pulsar 200 dan 180 bisa dicoba tips dari saya semoga bisa membantu mengatasi masalah fast moving spare part ori Pulsar yang kadang-kadang kosong 😀

Gl Ban Gambot

Mendongkrak penampilan motor dengan biaya yang lumayan murah tapi hasilnya sangat signifikan adalah mengganti ban dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran aslinya.

Hal ini dilakukan oleh salah seorang teman saya yang punya GL Max Lansiran tahun 97.Empunya mengganti velg tapak lebar ring 17 dan menyematkan ban dengan ukuran 100/70 – 17 di bagian depan dan 120/80 – 17 di bagian belakang. Alhasil tampilan sangat berubah, jadi semakin kekar kaki-kaki GL ini. Untuk urusan performa pasti lebih memble, wajar.. motor bersilinder 125cc dibebani ban gambot. Sing penting ngganteng coy… Hehehehe Penampakannya silaken dilihat pada gambarnya.

Image

Sebelum (Masih Cungkring)

Image

Sesuda dipasang Ban Gambot

Golongan Manusia

Renungan Jumat..
Manusia digolongkan menjadi 5 kelompok, termasuk golongan yang manakah kita? Apakah kita adalah golongan manusia wajib, sunnah, mubah, makruh atau bahkan haram. Coba kita sedikit jabarkan tentang golongan atau tipe manusia.

from : http://www.inspirasidaily.com/rules-for-being-human/

...

1. Manusia Wajib.
Keberadaannya sangat dinantikan oleh orang di sekitarnya. Keberadaannya sangat memberi manfaat. Sesuatu yang dilakukannya benar-benar dari hati sehingga akan menyentuh hati orang yang menerimanya. Jika orang ini meninggal, orang di sekelilingnya akan merasa sangat kehilangan. Di waktu lahir, bayi manusia wajib ini menangis dan orang sekitarnya gembira, dan kebalikannya waktu meninggal Orang ini tersenyum dan orang di sekitarnya akan menangis sedih.

2. Manusia Sunnah.
Keberadaannya berguna bagi masyarakat di sekitarnya, tapi tidak begitu dinantikan. Sesuatu yang dilakukan bermanfaat bagi orang lain tapi tidak dilakukan dengan hati sehingga orang lain tidak tersentuh hatinya. Jika orang ini meninggal tidak memberikan kesedihan yang mendalam bagi yang ditinggalkan.

3. Manusia Mubah.
Ada atau tidak-nya orang ini sama saja. Tidak memberi manfaat bagi orang lain, tapi juga tidak merugikan. Misalkan di kantor, ada atau tidaknya orang ini tidak ada bedanya, “mubah-mubah” saja.

4. Manusia Makruh.
Keberadaannya malah “ngrusuhi”/”ngrecokin” orang lain. Tidak membantu tetapi malah mengganggu. Kberadaannya di kantor malah manganggu rekan kerja yang lain.

5. Manusia Haram.
Keberadaannya sangat tidak diharapkan oleh orang di sekitarnya. Orang lain akan sangat bergembira jika orang ini meinggal.

Contoh ilustrasi :
Sebagai seorang bapak dan suami jika tidak ada di rumah, anak dan istri begitu gembira. Suasana rumah begitu tenang, anak bermain ceria di dalam rumah. Tapi begitu sang bapak datang, mendengar bunyi klakson saja anak anak sudah bingung, ada yang langsung masuk ke kamarnya, ada yang pergi nonton tivi di tempat temannya. Tipe yang manakah ayah seperti ini?

Monggo kita introspeksi diri kita masing-masing. Coba kita renungkan..
Sebagai karyawan, menjadi karyawan yang mana?
Sebagai seorang boss menjadi boss yang bagaimana?
Sebagai seorang bapak kita menjadi bapak yang bagaimana?
Sebagai seorang tetangga, kita menjadi tetangga yang bagaimana?

Sumber : Tausiah Bapak Khoirul Huda (Acara halal bihalal)

Terima Kasih Pak, Sudah Menyadarkan Saya..

Cerita berawal dari suatu sore, sewaktu pulang dari rutinitas pekerjaan, saya riding dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Ingin cepat sampai di rumah karena waktu buka puasa sebentar lagi. Saat itu kodisi lalu lintas memungkinkan saya untuk pelintir gas memacu si Kebo lebih kencang. Beberapa mobil dan motor berhasil saya lewati dengan sukses. Di sebuah jalan lurus yang lebar terdapat 2 jalur searah ada truk yang berjalan pelan di jalur kiri karna memang penuh dengan muatan. Di sebelah kanan truk ada kontainer yang berjalan lebih pelan lagi. Truk ini berusaha mendahului truk kontainer tersebut. Di sebelah kiri masih ada space yang cukup lebar yang memungkinkan saya untuk mendahului truk. Saya ambil posisi paling kiri untuk mendahului, tapi di depan ada seekor bebek yang juga akan mendahului. Saya mepet di belakang bebek itu. Body bebek sudah masuk separo, tiba2 byarrr.. lampu stop menyala, pengendara bebek (sebut saja si A) ngerem mendadak ndak jadi mendahului truk. Tiiiinnnnn spontan tangan kiri saya pencet tombol klakson agak lama, reflek. Rupanya si A jadi takut karena dari depan ada motor berlawanan arah yang ngambil jalur kami. Tapi kalau saya lihat spacenya masih aman untuk mendahului truk tadi. Makanya saya reflek tekan klakson biar si A langsung saja mendahului tapi dia tetep aja ndak berani nyalip.
Dan ternyata dengan kejadian tadi, si A ndak terima atas perlakuan saya. Terlihat dari cara berkendaranya berusaha blokir saya biar ndak bisa mendahului dia. Saya ambil kanan dia ikut kanan, saya ambil kiri dia ikut ke kiri. Asem!!! maunya apa sih orang ini??? Emosi saya mulai naik.
Saat jalanan sudah longgar saya berhasil sejajar dengan si A. Saya tengok ke wajahnya, tampangnya lumayan sangar, berkumis dengan tatapan tajam penuh emosi terlihat dari balik mika helm-nya yang bening. Sekian detik saya sejajar dengan si A, sama-sama emosi. Mau saya tendang saja motornya, tapi akh… jadi panjang nanti urusannya. Langsung saja saya tancap gas ninggalin si A yang masih emosi.
Sesaat setelah meninggalkan pengendara bebek tadi, saya jadi berpikir “Arogan sekali saya ya…” Emosi saya berbalik 180 derajat menjadi rasa penyesalan. Menyesali kelakuan bodoh saya yang ingin menang sendiri. Seolah-olah saya yang paling benar, egois ingin melakukan apa yang saya inginkan padahal ada pengendara lain yang harus dihormati dan berhak menggunakan jalan.
Penyesalan selalu datang terlambat, jadi merasa bersalah dengan bapak-bapak pengendara bebek tadi. Semoga beliau memaafkan saya.

Hikmah dari pengalaman saya di atas yang bisa saya ambil adalah :
– Selalu Safety Riding, terlalu mepet dengan kendaraan di depan kita itu sangat berbahaya.
– Jangan terburu-buru ingin sampai di rumah jika memang tidak memungkinkan.
– Selalu kontrol emosi saat di jalan, dengan emosi maka akal sehat kita menjadi hilang dan cara berkendara akan ngawur.
– Hormati pengendara lain yang juga  punya hak memakai jalan.