Jalan Bareng Team Rea Reo

Team Rea Reo, saya sendiri terus terang tidak begitu paham apa maksudnya istilah itu, tapi menurut “Kepala Suku”-nya yang jelas bisa membuat kelompok yang mengutamakan persaudaraan. Kita jalan bareng, gila bareng, ketawa bareng yang akhirnya satu sama lain menjadi lebih akrab dan menjadi team yang solid dan nggak ada ikatan buat yang ikut.
Setelah direncanakan pada beberapa hari sebelumnya ternyata jadi juga jalan-jalan hari Minggu ini. Tujuan utama adalah Pemandian air panas Pacet, agar otak agak lebih dinginlah. Sebenarnya bukan karena ingin berendam tapi kata HR yang penting “Rea Reo” nya. Personel yang sudah OK untuk jalan adalah HR(Gl-Max), HD(Gl-Max), FR(Gl-Pro), CP(Revo Absolute) dan Saya Sendiri(P200). Sebenarnya ada beberapa lagi yang pengen ikut tetapi karena masih ada keperluan akhirnya yang berangkat 5 orang ini.


Janjian jam 9 mau berangkat. Setelah semua kumpul di warung kopi langganan dan narsis2 sebentar, ternyata FR dadakan mengajak rekannya AY(GL-Pro), wah mantap nih tambah personel. AY datang sambil ngedumel karena masih enak2 tidur dibangunkan oleh FR mau diajak ngaspal Hehehehe.. Udah mau berangkat ternyata kuncinya AY masih ketinggalan di rumah Glodhaaakkkk..
Ya sudah setelah semua siap, sekitar pukul 10:00, 6 laki-laki “galau” berangkat. Formasi awal direncakan yang cewek duluan, alias si CP karena motornya bebek sendiri diantara 5 motor batangan. “Cewek duluan deh..” kalo kata iklan pulsar😀 Menelusuri jalanan dari Mojokerto ke Pacet jalan lumayan ramai karena hari Minggu jadi banyak pasangan muda mudi yang juga ingin memadu kasih di antara rimbunnya semak belukar pacet halah.. Jalanan yang semakin menanjak membuat hawa nya semakin segar. Membuat otak2 kotor ini menjadi presh..😀
Sampai di depan loket masuk kami berhenti dulu, patungan buat beli tiket (walah buka rahasia ini) kemuadian lanjut ke atas. Begitu di dalem ternyata sudah ramai ya.. langsung saja motor dijejer di parkiran lumayan luas yang memang disediakan bagi pengunjung. Hawa-nya makin segar… Narsis lagi aaaahhh…

Si Cewek Sexy Tapi Bermanfaat


Suasana dingin-dingin kering gini nggak lengkap tanpa kopi plus rokok. FR pesan kopi di sebuah warung yang letaknya di atas tempat parkir. Kopi belum saya minum, tiba-tiba medung datang, gerimis.. wah ini buyar2.. selamatkan helm dan kopinya.. akhirnya kami sekalian berteduh di warung tempat pesan kopi sambil sekalian pesan gorengan, mantablah buat ngganjel perut yang sedari pagi belum sarapan.


Ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon, akhirnya kami memutuskan untuk sekalian saja ngaspal ke Cangar yang merupakan tempat pemandian air panas juga yang letaknya masih di lereng gunung Welirang dan tempatnya lebih tinggi dari Pacet. Hujan sudah reda, kami pun melanjutkan perjalanan.
Baru sekali ini saya melintasi jalan dari Pacet ke Cangar. Jalannya naik turun belak belok (ya iyyaallah namanya juga pegunungan) lumayan sempit, lebar sekitar dua mobil, bahkan di tempat-tempat tertentu jika mobil berpapasan harus berhenti salah satu. Perjalanan kami disambut kabut tebal, yang membuat pemandangan di sekitar “Seperti di lukisan” kata CP.
Di sebuah tempat yang merupakan cekungan jalan atau apa ya namanya? pokoknya diantara jalan yang menurun kemudian menanjak, kami berhenti. Sepertinya tempat ini kalau cuaca cerah sangat bagus, karena bisa melihat pemandangan ke bawah tanpa terhalangi pohon, tetapi karena ada kabut pemandangannya jadi putih semua. Tapi ndak masalah yang penting narsis lageeee..

Tak berapa lama kami berhenti ternyata hujan turun lagi, asoy…. Tambah asoy lagi yang bawa mantel nggak boleh dipake mantelnya karena biar sama-sama basah.. wes koplak pokoke.. Akhirnya dompet, HP dan rokok diselamatkan dulu. yang paling aman adalah ditaruh di bagasi dan coba tebak siapa yang punya bagasi? pasti si “Cewek”lah.. Cewek Revo Absolute Hehehehe ternyata ada gunanya juga ya si “Cewek” ikut. Asseek..
Hokehhh hujan masih rintik-rintik, pasukan berangkat lagi. Jalan-an semakin tak terlihat jelas karena kabut bertambah tebal, aspal juga banyak yang rusak, gigi persneling hanya masuk 1 dan 2. Sesekali kami berpapasan dengan mobil/motor dari lawan arah. Suara knalpot memecah sunyi-nya hutan di kanan kiri kami. Hujan semakin deras, sampai di sebuah tanjakan motor si HR “mbrebet” .Kebetulan posisi saya selalu paling belakang dan di depan saya ada HR, dia bilang sepertinya bensin mau habis, matihh.. akhirnya saya pegang handle belakang motornya pakai tangan kiri, tangan kanan puntir gas dengan sekuat tenaga. Amaan.. sampai di tempat yang agak datar dan agak rame. Loh udah sampe Cangar to ini? dalam hati saya. Hujan masih sangat deras, clingak clinguk di mana ada tempat berteduh ya? Akhirnya kami melihat ada sebuah tempat teduh, sepertinya dibuat untuk tempat duduk-duduk santai.. segera kami meluncur ke situ. Semua basah.. (Yo iyo rek.. jenenge ae kudanan) Jaket, kaos, celana dan cd-nya pun juga basah😀 Kabut yang tebal membuat udara tambah semriwing.. kulit udah seperti kulit jeruk.
Ngobrol lagi ngalor ngidul ngetan ngulon sambil ditemani terpaan angin yang membuat kulit semakin men-“jeruk”. Biar mulut gak keringpahit karena ngebul terus, HR pesan pentol/pentol goreng/cilok atau apalah namanya. Lumayan lagi perut terganjal. 1 jam lebih kami di situ, hujan sudah agak reda.. Manteman segera nambah amunisi mengisi bensin di warung dekat kami berteduh, biar nanti nggak malu2in, katanya motor keren tapi dorong karena kehabisan bensin Hehehehe. 1 liter = Rp. 7000,- ya Mas Wkwkwkwkwk.. Kemahalan ya Mas? Cari bensin di tengah hutan kok minta murah.. Gak papa 7000 juga dibayar kok sama teman-temanku ini asal gak malu2in.
Kalo nunggu hujan reda bakalan susah, kami putuskan saja untuk pulang biarpun hujan masih rintik-rintik daripada mati kedinginan di sini. Kembali kami menelusuri jalan waktu kami berangkat tadi, jari jemari sudah kaku karena kesemutan atau orang jawa bilang “gringgingen”. Kami berjalan sangat hati-hati karena jalan licin dan lebih banyak turunan. Semakin turun langit semakin terang, dan hujan pun sudah berhenti. Di depan sebuah kampus kami berhenti dulu cari kopi agar badan lebih hangat sambil melihat simpang siur jalanan Mojokerto – Mojosari. Setelah lumayan hangat kami berpencar menuju tempat “peraduan” masing-masing.


Terima kasih kawan-kawan, semoga moment seperti ini bisa terulang lagi tentunya dengan waktu dan tempat lain yang lebih menarik. Senang berkawan dengan kalian. Bravo Team Rea Reo..

Rute unak-unuk

    • hendrix
    • February 19th, 2012

    Asoy…geboy..coyz.. dinginnya minta ampun

    • CP
    • February 20th, 2012

    hhahaha……tapi seru,kapan atur jadwal dan tujuaan selajutnya mane dol,

  1. mantepp…mtor nya safety semua… Like dis🙂

    • CP
    • February 25th, 2012

    seng gak slamet awak’e dewe2,kudanan..:-)

    • jahe
    • March 1st, 2012

    haduh motormu apik deweeeee…sayang sing numpak ketok tuo dewe hihihihi:mrgreen:

  2. hem ini blog nya anak mana ya..????????

  3. kalo boleh tau rea reo itu organisasi apa’an ya?…
    add fb alhin buny bhonita

    • Bukan Organisasi kok Gan🙂 biasanya kita kan kumpul2, kalo ngumpul itu kita namain rea reo.. begitu..🙂

  4. rea reo itu dmana ya??banyak yang sbut rea reo itu tmpat kerja

    • Sudah saya jelaskan di reply comment di atas Gan, bahwa rea reo hanya sebutan untuk kumpul2..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: