Golongan Manusia

Renungan Jumat..
Manusia digolongkan menjadi 5 kelompok, termasuk golongan yang manakah kita? Apakah kita adalah golongan manusia wajib, sunnah, mubah, makruh atau bahkan haram. Coba kita sedikit jabarkan tentang golongan atau tipe manusia.

from : http://www.inspirasidaily.com/rules-for-being-human/

...

1. Manusia Wajib.
Keberadaannya sangat dinantikan oleh orang di sekitarnya. Keberadaannya sangat memberi manfaat. Sesuatu yang dilakukannya benar-benar dari hati sehingga akan menyentuh hati orang yang menerimanya. Jika orang ini meninggal, orang di sekelilingnya akan merasa sangat kehilangan. Di waktu lahir, bayi manusia wajib ini menangis dan orang sekitarnya gembira, dan kebalikannya waktu meninggal Orang ini tersenyum dan orang di sekitarnya akan menangis sedih.

2. Manusia Sunnah.
Keberadaannya berguna bagi masyarakat di sekitarnya, tapi tidak begitu dinantikan. Sesuatu yang dilakukan bermanfaat bagi orang lain tapi tidak dilakukan dengan hati sehingga orang lain tidak tersentuh hatinya. Jika orang ini meninggal tidak memberikan kesedihan yang mendalam bagi yang ditinggalkan.

3. Manusia Mubah.
Ada atau tidak-nya orang ini sama saja. Tidak memberi manfaat bagi orang lain, tapi juga tidak merugikan. Misalkan di kantor, ada atau tidaknya orang ini tidak ada bedanya, “mubah-mubah” saja.

4. Manusia Makruh.
Keberadaannya malah “ngrusuhi”/”ngrecokin” orang lain. Tidak membantu tetapi malah mengganggu. Kberadaannya di kantor malah manganggu rekan kerja yang lain.

5. Manusia Haram.
Keberadaannya sangat tidak diharapkan oleh orang di sekitarnya. Orang lain akan sangat bergembira jika orang ini meinggal.

Contoh ilustrasi :
Sebagai seorang bapak dan suami jika tidak ada di rumah, anak dan istri begitu gembira. Suasana rumah begitu tenang, anak bermain ceria di dalam rumah. Tapi begitu sang bapak datang, mendengar bunyi klakson saja anak anak sudah bingung, ada yang langsung masuk ke kamarnya, ada yang pergi nonton tivi di tempat temannya. Tipe yang manakah ayah seperti ini?

Monggo kita introspeksi diri kita masing-masing. Coba kita renungkan..
Sebagai karyawan, menjadi karyawan yang mana?
Sebagai seorang boss menjadi boss yang bagaimana?
Sebagai seorang bapak kita menjadi bapak yang bagaimana?
Sebagai seorang tetangga, kita menjadi tetangga yang bagaimana?

Sumber : Tausiah Bapak Khoirul Huda (Acara halal bihalal)

    • irfan handi
    • October 19th, 2011

    Semoga kita tergolong manusia yang di point pertama. Amin…
    Salam persahabatan mas.

  1. Aamiin.. Salam kenal juga mas..

    • gogo
    • November 23rd, 2011

    bingung termasuk manusia yg mana.. salam kenal aj mas bro

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: