Motor Nyaman.. Box Aman…

Setelah meminang top box E45 beberapa waktu lalu, sebenarnya lebih jarang nganggurnya dari pada dipake. Kondisi jalan yang macet jadi males pake box, selain susah selap selip juga takut baret-baret kena senggol sana sini, maklum kan masih “mambu cino” alias baru😀 Apalagi pas parkir, jadi ndak enak sama tukang parkir di tempat kerjaan karena motornya saja sudah gede, ditambah box pula jadi menuh-menuhin tempat.

Kagok nyetir pas pake box pertama kali itu wajar, mungkin ini dialami sodara-sodara lain yang pasang box juga. Yang sebelumnya biasa saja setelah pake box seperti ada yang “Nggandul” di belakang. Di kecepatan tertentu sekitar 40 – 50 km/jam, setir si Kebo Ireng godek parah waktu pegang setir pake tangan satu. Tapi kalau sudah di atas kecepatan itu sudah ilang godek-nya.

Sebetulnya memang aturan berat maksimal dari isi box harus ditaati karena akan pengaruh pada kenyamanan saat berkendara. Givi E45 maximal 3 kg. Tapi saya mbandel, pernah isi box E45 dengan berat yang bervariasi. Hasilnya bervariasi juga kenyamanannya. Kondisi Kebo Ireng standart pake EG+Handguard, berat saya 64 kg, boncenger 60 kg.

– Diisi 3 kg. Dengan kondisi sendiri tanpa boncenger. Kenyamanan masih didapat seperti tidak pake box. Bagian belakang motor lebih anteng saat melewati jalan tidak rata. Waktu belok miring pun masih aman.

– Diisi 10 kg. Kondisi dengan boncenger. Ada sedikit rasa “oleng” tapi motor masih nyaman dan anteng dikendarai. Kecepatan maksimal Kebo Ireng di speedometer cuma mentok 102 km/jam. Tidak berani belok terlalu miring (takut bablas… :D)

– Diisi 15 kg atau lebih. Hehehehe mohon ini jangan ditiru, maklum waktu itu lagi maen ke rumah Nenek. Baliknya dibawain oleh-oleh “jajan ndeso” sak karung. Mau ditinggal ya ndak sopan, mau dibawa kok ya kasian boxnya. Waktu itu riding sendirian. Motor tidak nyaman dikendarai, rasa “oleng” sangat terasa. Waktu belok setir terasa ada yang “Nggandul” jadinya harus agak nahan. Jangan coba-coba belok miring kalo ndak ingin langsung “sleeding” motornya. Alhasil berkendara 3 jam rasanya badan ini seperti dikroyok orang sekampung (halah lebay).

Jujur sebenernya saya lebih suka riding tanpa box karena motor tetep nyaman dan ndak mikir body belakang buat selap-selip pas macet. Tapi karena adanya kebutuhan bagasi buat naruh “peralatan tempur” ya mau ndak mau harus pasang. Monggo kita isi box-box kita dengan sewajarnya, sesuaikan dengan kondisi dan berat maksimal yang ditentukan, jangan arogan dan berlebihan mengisinya. Isi dengan berat yang pas saja. Bukan hanya untuk kesehatan box, tapi untuk kesehatan rider-nya juga.

Memang yang “Pas” itu pasti enak..😀

  1. walahhh 15 kg, #kulakan beras po cak? :mrgreen:

    e33 matic ku recomended cuma 3kg , yo kadang2 di iseni 4kg xixixi 😛

    btw no plat a apik , salam teko no plat si genduk cilik matic AB *4212 JC *horee

    • Lha piye maneh mas bro, wong digawani soko kampung.. gelem gak gelem kudu kon nggowo kabeh. Neng E45 dianjurkan maksimal 3 kg😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: