Konvoi MoGe = Arogan..?

Beberapa hari yang lalu saat kembali dari “ritual” mudik, seperti biasa saya berdua dengan istri naek si Kebo Ireng berjalan santai, normal sesuai situasi jalan. Jalanan udah gelap sekitar jam 20.00 dengan ujan rintik2 nggak deras tapi juga nggak terang sepanjang jalan.

Saat berhenti di sebuah perempatan, kebetulan saya paling depan di belakang garis putih (berusaha untuk taat aturan meski gak ada “Yang Punya Jalan” hehehehe) tiba – tiba dikejutkan oleh suara sirine “Yang Punya Jalan” dari belakang. Tapi lama-lama saya dengar kok jadi tambah banyak suara sirinenya ya? pas nengok ke belakang nyala lampu strobo-nya juga banyak.. Tak pikir dalam hati, “wah ada rombongan besar nih..” Awalnya saya nggak mau minggir, karena lampu lalin juga masih menyala merah.. (Salah nggak saya ya?) Tapi mobil-mobil di belakang saya udah nyalain klakson kenceng2, ditambah tukang koran juga teriak2 “Maaass.. Maju Masss enek polisi liwaatt, majuu…” sambil tangannya melambai2 nyuruh saya dan kendaraan lain maju, tak jawab “Yo mas, tak minggir..” ya sudah saya maju sambil mempet ke kiri, kasih jalan buat yang nyalain sirine tadi.

Pas udah lewat ternyata ada mobil sedan patroli polisi sedang bukain jalan buat rombongan moge dengan suara knalpot yang menggelegar.. Owwhh.. ini to tadi yang cuat cuit di belakang. Setelah motor yang paling terakhir lewat, sengaja saya mengintili mengikuti rombongan tersebut. Maksud saya ngikuti rombongan mereka adalah penasaran ingin melihat seperti apa konvoi mereka di jalan karena selama ini saya banyak mendengar cerita kalau moge itu kalo di jalan arogan, semaunya sendiri, dan apa ajalah yang negatif gitu. Dan selama ini saya hanya membaca dan mendengar saja, belum melihat dengan mata kepala (*halah) melihat langsung, makanya rasa pensaran saya tak buktikan malam ini.

Singkat cerita saya sudah berada tepat di belakang rombongan setelah bersusah payah nyalip motor-motor yang lain yang berusaha ngikutin rombongan juga karena mungkin dalam pikiran mereka, kalau ngikutin rombongan kan jadi bebas macet hehehe. Memang benar selama ngikutin mereka bebas macet, jan lancar.. car.. car.. gimana ndak lancar yo masbro wong sing mbuka dalan wae sing nduwe dalan.. Tapi selama saya ngikuti rombongan saya melihat kalau konvoi mereka ndak teratur, kurang bisa rapi. Saat di jalan macet, mereka ramai-ramai nyalain sirine, sambil sesekali nggeber gas motornya dalam2 hayuuuhh.. jadi bikin ciut nyali orang2 di sekitar.. spontan motor-motor dan mobil ya langsung podo minggir. Ada satu lagi pas di jalan yang lagi ramai ada motor bebek yang nyelo-nyelo (berusaha nyalip) rombongan dari sebelah kiri, mungkin si empunya bebek buru-buru atau kebelet mungkin hehehe tapi dengan cepat moge di urutan terakhir berusaha mencegah sambil tunjuk2 dia kemudian nunjuk arah belakang (mungkin kalau saya lihat artinya kurang lebih : kamu ini jangan disini, di belakang sana saja) kemudian si motor bebek mundur. Tapi ndak berapa lama lagi si bebek maju lagi, pikirku : “nih bebek bener2 buru-buru kayanya” dan si penunggang moge tadi kadi kesel gara2 ulah si bebek, main tunjuk2 lagi. Temennya si moge ini tau kalo ada “bebek ngeyel” langsung saja dipepet itu bebek sampai ndak bisa maju lagi sambil tunjuk2 dengan kasar. Kayanya si bebek udah nggak berani maju lagi, mungkin di pikiran empunya “Wah iso dadi bebek penyet iki ngko motorku..”😀

Dari pengalaman mengintili ngikutin rombongan moge ini saya masih melihat kalau masih ada tingkah laku dari pengendara moge yang sepertinya kurang bijak terhadap sesama pengendara yang lain, sepertinya pemakaian strobo dan sirine kan juga dilarang untuk motor warga sipil. Setahu saya hanya aparat yang berwenang saja yang boleh memakai sirine+strobo. Seharusnya sebagai motor yang ber-cc besar bisa jadi contoh untuk pengendara lain, bukan sebaliknya. Sesama pemakai jalan kita harus bisa saling menghargai satu sama lain, toh jalan ini juga bukan punya mbahmu..

Beberapa pelanggaran dan tingkah laku yang salah dari cerita diatas mungkin hanya dilakukan oleh oknum yang memang belum mengerti peraturan yang telah diberlakukan. Saya yakin sebagian besar penunggang moge tahu dan faham dengan aturan dan berperilaku yang santun di jalan.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: